Status Janda Membuatku Selalu Salah Di Mata Orang Lain

Dulunya aku adalah seorang wanita yang bahagia setelah menikah dengan suami yang aku cintai, namun semua itu berubah setelah 2 tahun aku tak hamil-hamil juga, sedangkan suami dan keluarga sudah menantikan anak dariku. Suami yang awalnya menyayangiku kemudian mulai berbuat semena-mena dan rasanya aku hanya dijadikan babu saja di rumah, bahkan hampir 3 bulan dia tak pernah menyentuhku sama sekali karena dia dan keluarganya mencurigaiku jadi seorang wanita mandul, sebuah tuduhan yang sangat menyakitkan.

Akhirnya aku menggugat cerai suamiku karena perlakuannya yang semakin buruk, ditambah aku juga mengetahui kalau dia selingkuh di belakangku dengan rekan kerjanya. Ah mungkin ini yang terbaik daripada aku harus terus menanggung rasa sakit hati dalam keluarga kecilku itu.

Setelah menjanda, ku pikir akan mudah menjalani hidup dan menemukan pasangan baru, namun ternyata berat dan sangat menyiksaku. Awalnya aku pulang ke rumah orang tuaku dengan harapan mereka mau mendengarkan keluh kesahku, namun nyatanya mereka membenciku karena menganggap aku gagal dalam membina rumah tangga, yah aku sadar keluarga besarku sangat menjunjung tinggi sebuah ikatan pernikahan, dan aku seorang yang pertama kali bercerai di keluarga besarku.

Ayah dan ibuku dangat dingin menanggapiku, bahkan tak jarang aku diacuhkan kala di rumah, hal ini benar-benar menambah penderitaan batinku karena aku membutuhkan sebuah dukungan untuk menghadapi masalahku. Belum lagi perkataan mereka yang selalu menganggap aku sebagai benalu, katanya aku pemalas yang tak mau bekerja dan ingin menyusahkan orang tua saja, benar-benar sakit hati kalau mengingat ucapan mereka.

Aku memutuskan untuk bekerja agar tidak di rumah terus, selain itu aku juga ingin mencari pasangan lagi agar segera keluar dari rumah orang tuaku. Di tempat kerja banyak rekan yang mendekatiku, para lelaki itu kadang menggodaku dan mengajak jalan, namun nyatanya mereka hanya menganggap aku sebagai wanita gampangan karena status jandaku ini. Bahkan bosku sendiri dengan terang-terangan mengajakku ke hotel, saking dongkolnya dengan perlakuan mereka, aku segera saja mengundurkan diri dari tempat kerjaku itu.

Setelah gagal bekerja, aku memutuskan untuk membuka usaha di rumah, siapa tahu rejekiku datang dari dunia usaha. Aku membuka warung kelontong dan tak membutuhkan waktu lama hingga usaha itu cepat besar dan ramai, namun lagi-lagi aku mendapat masalah kala banyak bapak-bapak yang suka nongkrong di warung. Mereka genit dan sering menggodaku, ditambah lagi istri-istri mereka mulai menggunjingku dari belakang, bahkan aku mendengar kabar menyakitkan yang mengatakan kalau aku dianggap sebagai wanita penggoda dan aku memakai pelet pengasihan untuk membuat usahaku maju, cobaan macam apa lagi ini?!

Beberapa kali ada pria yang mendekatiku dan menjalin hubungan serius denganku, namun semuanya masih belum ada yang cocok. Pernah ada seorang bujang yang katanya cinta padaku, dia sering datang ke rumah dan mengajakku kencan, tapi nyatanya dia hanya menganggapku sebagai wanita murahan, dengan malu-malu dia mengajakku ke hotel, saat itu aku tampar saja wajahnya dan aku tinggalkan dia. Ada pula seorang duda yang katanya mau menikahiku, eh nyatanya dia masih punya istri dan anak yang sah, hampir saja aku jadi penghancur rumah tangga orang lain.

Sampai saat ini aku masih menjanda, bukan aku tidak ingin menikah lagi, namun aku ingin mendapatkan suami yang mencintaiku dan tak hanya melihatku dari status janda yang aku punya. Aku juga sudah lelah dengan perlakuan dingin keluargaku, perlakuan buruk para lelaki yang menganggapku sebagai wanita murahan, serta gunjingan tetangga yang seakan sangat memusuhiku, entahlah apa salahku? Apa karena aku seorang janda dan kalian menganggapku rendah? Aku tidak menginginkan status ini, aku juga ingin segera menikah, namun belum menemukan calon yang tepat, dan kalian terlalu menambah beban hidupku.

Updated at: 8:11 PM

0 comments:

Post a Comment